Perkiraan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia

Dari data kasus Covid-19 kita bisa melihat tren arah pergerakan ke mana grafiknya menuju. Tampak jelas bahwa saat ini untuk indonesia jumlah kasus akan bertambah terus. Sangat menarik untuk mencoba memperkirakan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia berdasarkan data kasus yang ada.

Data

Data yang digunakan adalah jumlah kasus terkonfirmasi sampai dengan 19 Maret 2020. Data diambil secara berkala dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia https://www.kemkes.go.id/. Jumlah kasus teridentifikasi kemungkinan besar lebih rendah dari jumlah sebenarnya dari orang yang terjangkit. Pasti ada orang yang terjangkit tetapi mereka tidak terindentifikasi. Hal ini bisa terjadi utamanya karena kemampuan identifikasi yang masih rendah. Bisa juga karena orang yang terjangkit tidak merasakan sakit yang parah sehingga menganggap tidak perlu memeriksakan diri.

Perkiraan Jumlah Kasus

Untuk memperkirakan jumlah kasus digunakan persamaan matematik yang sangat sederhana. Data jumlah kasus perhari difitting dengan menggunakan persamaan polinomial orde dua yang memiliki bentuk umum:

Nilai x merupakan hari semenjak terkonfirmasinya kasus pertama. Sedangkan y adalah jumlah kasus harian. Setelah koefisien a, b dan c di dapat maka persamaan tersebut digunakan untuk menghitung prediksi jumlah kasus harian. nilai ini kemudian digunakan untuk menghitung perkiraan kasus kumulatif.

Error dalam perkiraan kasus juga dapat dikuantifikasi dengan menghitung error harian. Karena tampaknya error harian semakin lama nilainya semakin meningkat maka digunakan persamaan polinomial juga untuk menfitting nilai errornya.

Gambar 1. Grafik perkiraan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia dengan persamaan polinomial yang diperoleh dari data jumlah kasus sampai dengan tanggal 19 Maret 2020
Gambar 2. Grafik perkiraan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia seperti Gambar 1, dengan rentang waktu yang lebih pendek dan tambahan garis error maximum dan minimum (garis abu-abu).

Perkiraan jumlah kasus terkonfirmasi sehari setelah data terakhir atau tanggal 20 Maret 2020 adalah 386 kasus dengan error ±24 (Gambar 1 dan 2). Dengan kata lain diperkirakan akan ada peningkatan sebanyak 77 jumlah kasus terkonfirmasi dari hari sebelumnya. Sedangkan untuk tanggal 21 Maret 2020 diperkirakan akan terdapat 472±51 kasus (Gambar 1 dan 2).

Perkiraan Jumlah Orang Terinfeksi

Jumlah kasus yang terkonfirmasi hanyalah sebagian dari total orang yang terinfeksi. Argumen ini berdasarkan tingkah laku orang untuk tidak memeriksakan diri ketika kondisi sakitnya ringan. Dari data pasien yang ada di Cina saat ini (19 Maret 2020), 67% kondisinya ringan sedangkan 33% kondisinya parah. Sedangkan di Italia angkanya adalah 96% ringan dan 4% parah. Jika diasumsikan bahwa angka-angka diatas merupakan hasil dari pengamatan di mana tidak ada orang yang tidak teridentifikasi. Maka persentasinya dapat digunakan untuk memperkirakan berapa orang yang sebenarnya terinfeksi di Indonesia. Karena persentasinya cukup beragam, maka untuk perhitungan digunakan nilai 80% kondisi ringan dan 20% kondisi parah. Saat ini belum didapatkan data kondisi pasien di Indosia. Karena itu diasumsikan 40% pasien yang dirawat memiliki kondisi yang parah dan semua orang yang terinfeksi dengan kondisi parah telah menjadi pasien yang dirawat. Ini artinya 40% dari pasien ini adalah 20% dari jumlah yang terinfeksi.

Gambar 3. Perkiraan jumlah total orang yang terinfeksi dan terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia

Dapat dihitung kemungkinan jumlah total orang yang terinfeksi di Indonesia. Jumlah kumlatif kasus positif terkonfirmasi pada tanggal 19 Maret 2020 adalah 309. Berdasarkan perhitungan dengan pendekatan di atas maka diperkirakan total orang yang terinfeksi di Indonesia mencapai 622 orang. Artinya saat ini ada sekitar lebih dari 300 orang di Indonesia yang terinfeksi tetapi masih berkeliaran di luar pengawasan pihak berwenang.

Jika grafiknya di ekstrapolasi degan menggunakan kecepatan penambahan pasien yang dibuat di sini maka dapat diperkirakan jumlah pasien Covid-19 pada akhir bulan Maret mencapai sekitar 2100 orang. Sayangnya perkiraan ini memiliki tingkat kepercayaan yang rendah dengan error yang cukup besar yaitu ±496. Dengan menggunakan formula yang sudah dijelaskan di atas maka diperkirakan akan ada sekitar 4200 orang yang terinfeksi (Gambar 3). Sekitar 2100 orang yang terinfeksi ini kemungkinan akan berada diluar pengawasan.

Angka Kematian

Gambar 4. Proyeksi angka kematian pasien kasus Covid-19 dengan menggunakan persentase angka kematian 8% dari data tanggal 19 Maret 2020.

Saat ini jumlah pasien yang meninggal karena Covid-19 mencapai 25 orang. Ini berarti persentase angka kematiannya adalah 8% dari total jumlah pasien yang dirawat. Jika presentase angka kematian ini tetap maka jumlah pasien yang meninggal mencapai 178 diakhir bulan Maret (Gambar 4).

Validasi (update)

Pada tanggal 20 Maret pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi adalah 369 (Gambar 5, https://kawalcovid19.id). Angka ini masih dalam rentang perkiraan model matematik yaitu 362 – 410 dan berada di quardran terendah yang berarti model matematiknya cenderung overestimate.

Gambar 5. Jumlah kasus terkonfirmasi, dalam perawatan, sembuh dan meninggal. Sumber dari https://kawalcovid19.id

2 thoughts on “Perkiraan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.